BANDUNG - Wajah-wajah lama yang kembali muncul dalam bursa calon kampanye damai pemilu indonesia 2009 dianggap usang dan tidak akan membawa perubahan apapun bagi Indonesia. Menurut Fadjroel Rahman para tokoh lama lebih cocok sebagai dewan pertimbangan presiden.
"Saya sangat fair ketika ada tokoh lama yang kembali mencalonkan. Mereka lebih cocok disimpan jadi Dewan Pertimbangan Presiden dan biarkan kami selaku kaum muda memimpin negeri ini," tandas Fadjroel yang juga Ketua Lembaga Pengkajian Demokrasi dan Negara Kesejahteraan (Pedoman ini), saat ditemui di sebuah acara di Taman Budaya Dago Tea House, Selasa (28/10/2008).
Indonesia membutuhkan tenaga muda karena dianggap lebih enerjik untuk mengatasi persoalan bangsa. Selain itu, menurut Fadjroel dari data survei yang dilakukan LSI kurun waktu 2006-Juli 2008 di 17 provinsi yang melibatkan 1.300 responden diketahui bahwa 65 persen responden menginginkan kepemimpinan kaum muda,
"Keterwakilan kaum muda dalam hal mengaspirasikan politik, di Indonesia merupakan bukti bahwa partai yang ada sekarang tidak bisa melakukan pemberdaayaan bahkan cenderung konservatif," katanya.
Sementara itu soal pencalonan dirinya melalui jalur independent, dia mengatakan akan fokus melakukan sosialisasi dua bulan menjelang pemilihan presiden. Yang terpenting saat ini, kata Fadjroel, Mahkamah Konstitusi mengabulkan undang-undang calon independen bisa dilaksanakan dalam kampany damai pemilu indonesia 2009.
"Perjuangan untuk menggolkan undang-undang calon presiden independent itu perjuangan 171 juta rakyat Indonesia. Dan saya akan mencalonkan diri menjadi presiden," terang dia.
Arief Pratama - Okezone
0 comments:
Post a Comment